Financial Planning

Hampir setiap kebutuhan manusia memerlukan uang. Kebutuhan yang harus dipenuhi bukan hanya kebutuhan rutin saat ini tetapi juga kebutuhan di masa yang akan datang. Jika dilihat dari sifat manusia, kebutuhan dan keinginan manusia kadangkala tidak pernah ada batasnya, sedangkan pendapatan yang diterima lebih sering terbatas. Kemudian, sebagian dari kita lebih sibuk membelanjakan uang untuk kebutuhan saat ini daripada menyiapkan uang untuk kebutuhan di masa depan, yang notabene lebih besar karena inflasi.

Jika Anda termasuk golongan tersebut, maka sebaiknya Anda harus bersegera untuk dapat membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Banyak keluarga terjerumus dengan menghamburkan uang untuk sesuatu yang diinginkan sehingga keuangan mereka hanya mengandalkan gaji tiap bulan. Perencanaan keuangan dapat menyadarkan Anda untuk lebih memprioritaskan pada hal yang menjadi kebutuhan.

Langkah 1: Buatlah catatan Aset dan Kewajiban
Aset yang dicatat meliputi harta yang mudah diuangkan, harta bergerak dan harta tidak bergerak. Kewajiban yang perlu dicatat kewajiban pokok yang belum lunas serta bunga berjalan. Hal ini perlu dilakukan karena dalam sebuah keluarga biasanya terdapat beberapa kredit, seperti: kredit kepemilikan rumah, kredit kepemilikan kendaraan serta hutang kartu kredit. Besarnya kredit serta bunga yang harus dibayar harus dihitung dengan baik karena dapat membahayakan besarnya pengeluaran rutin. Ada atau tidaknya hutang tidak langsung mencerminkan kondisi keuangan keluarga sehat atau tidak. Informasi dalam catatan Aset dan Kewajiban akan dapat dievaluasi jika digabungkan dengan informasi Arus Kas.

Screen Shot 2015-09-13 at 12.05.15 PM

Langkah 2: Buatlah catatan Arus Kas
Pada catatan Arus Kas yang harus dicatat pada umumnya terdiri dari beberapa kategori yaitu: Pendapatan, Pengeluaran,serta besarnya tabugan yang bisa dilakukan dalam satu periode.

Screen Shot 2015-09-13 at 12.26.08 PM

Dalam banyak kasus, tabungan tidak bisa dilakukan karena keluarga tidak bisa menekan pengeluaran. Oleh karena itu, sebaiknya posisi tabungan dibuat setelah pendapatan.

Pendapatan – Pengeluaran = Tabungan (NO!)

Pendapatan – Tabungan = Pengeluaran (YES!)

Catatan: Pendapatan perlu dipisahkan antara penghasilan rutin dan penghasilan tidak rutin. Penghasilan rutin dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan biaya rutin sedangkan penghasilan tidak rutin dialokasikan untuk tabungan guna memenuhi kebutuhan masa depan.
Screen Shot 2015-09-13 at 12.58.53 PM

Mari mulai berhitung dengan menggunakan kedua catatan tersebut. Minggu depan, kita akan mereview masing-masing pos dari catatan tersebut.

Semoga Bermanfaat!

Leave a Reply